Pilih Hunian yang Tepat, Agar Tetap Produktif Selama Work From Home

0
19

Penyebaran virus Corona (COVID-19) perlahan berdampak pada kehidupan para pekerja di banyak negara, termasuk di Indonesia. Presiden Joko Widodo telah meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona (COVID-19), salah satu caranya adalah mengurangi aktivitas di luar rumah yaitu dengan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah.

Di Jakarta, kebijakan kerja dari rumah dilaksanakan oleh beberapa kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan industri kreatif, beberapa kedutaan besar, startup teknologi yang jenis pekerjaannya berkutat di depan komputer dan bisa dilakukan dari manapun asal terhubung Internet. Kebijakan bekerja dari rumah selama pandemi corona berlangsung menjadi opsi sebagian perusahaan agar bisnis tetap bisa berjalan.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com mengungkapkan bahwa saat kita dihimbau untuk tetap di rumah saat ini, tentu ada banyak penyesuaian dan pikiran yang terlintas. Bagi mereka yang sehari-hari sibuk di luar, tiba-tiba rumah tidak lagi hanya tempat singgah untuk istirahat dan mandi saja. Bekerja, belajar, mengerjakan PR, berolahraga, semua kini harus dilakukan dari dalam rumah.

“Di antara kita mungkin jadi berpikir lagi mengenai peran rumah dalam kehidupan sehari-hari. Sambil bekerja di rumah, bayangan tentang rumah ideal makin terbentuk dengan jelas. Bagi sebagian orang, ini mungkin momen untuk memantapkan niat untuk memiliki rumah tentunya yang bisa mendukung untuk bekerja dari rumah secara produktif. Jika saat ini tempat tinggal pekerja masih menyewa, mungkin sudah saatnya berpikir untuk membeli rumah yang tepat,” jelas Marine.

Impian untuk memiliki rumah ideal, bisa jadi lebih dekat dan bisa dijangkau dari apa yang dibayangkan. Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 mengungkapkan secara keseluruhan, pasar properti di tahun 2020 akan terus menjadi buyers’ market atau saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti. Pembeli akan dimanjakan dengan serangkaian pilihan dengan harga yang kompetitif dan karenanya disarankan untuk bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau untuk mendapatkan diskon dan bonus tambahan.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Rumah.com Indonesia Property Market Index-Harga apartemen pada Q4 2019 berada pada titik 115,4 atau naik 1% secara kuartalan (quarter-on-quarter). Kenaikan ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, setelah dua kuartal sebelumnya RIPMI-H mengalami penurunan. Meski demikian, RIPMI-H apartemen masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Tanda-tanda pemulihan tersebut dilihat berdasarkan data historikal yang menunjukkan trend jangka panjang tetap positif. Hanya saja, dampak pandemi corona ini akan menggeser periode pemulihan tersebut. Berbagai skenario dan upaya serta kebijakan yang dilakukan pemerintah setidaknya memberikan optimisme bahwa pergeseran mungkin terjadi 6 hingga 9 bulan dari perkiraan awal.

Pada Q4 2019, indeks suplai apartemen berada pada 106,7, meningkat jika dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, sebesar 13%. Indeks suplai apartemen didominasi oleh daerah-daerah yang merupakan pemasok apartemen terbesar seperti Jakarta (66%), Jawa Barat (12%) dan Banten (10%).

Pentingnya hunian yang bisa produktif bekerja dari rumah ini juga sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020 dimana infrastruktur dan fasilitas di area hunian merupakan faktor eksternal penting kedua yang menjadi pertimbangan ketika akan membeli atau menyewa properti. 72 persen dari responden menyatakan infrastruktur dan fasilitas hunian sebagai faktor eksternal penting kedua setelah lokasi hunian yang menjadi faktor eksternal penting pertama dan dipilih oleh 89 persen responden.

Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1004 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2019. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di tanah air.

Sementara status kepemilikan properti menjadi faktor internal penting pertama yang menjadi pertimbangan ketika akan membeli atau menyewa properti sebagaimana disampaikan oleh 58 persen responden menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020. Sedangkan harga per meter persegi menjadi faktor internal penting kedua dipilih oleh 49 persen responden dan fasilitas yang ada pada properti menjadi faktor internal penting ketiga dipilih oleh 44 persen responden.

Marine menjelaskan ketika diputuskan untuk bekerja dari rumah, tentunya akan ada dilema yang dihadapi. Senang karena bisa mempunyai waktu yang fleksibel dan bisa lebih dekat dengan keluarga. Sementara yang membuat dilema adalah bekerja di rumah bisa kurang fokus karena suasana kerja yang kurang nyaman dibandingkan bekerja di kantor. Hal ini tentunya menjadikan bekerja di rumah bisa jadi akan tidak seproduktif bekerja di kantor karena lebih banyak gangguannya.

“Satu hal penting yang harus disiapkan ketika harus bekerja di rumah adalah koneksi internet yang stabil agar jangan sampai pekerjaan tidak selesai hanya karena koneksi internet yang tidak stabil. Pastikan semuanya terkendali sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Koneksi internet yang stabil ini juga sangat penting karena rapat atau meeting yang biasanya dilakukan face to face kini harus dilakukan secara virtual dengan menggunakan teleconference atau bahkan video conference. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengetahui infrastruktur dan fasilitas yang tersedia di area hunian sebelum memutuskan untuk membeli properti di area tersebut,” tegas Marine.

Agar bisa bekerja dari rumah dengan baik, memiliki ruang kerja sendiri akan lebih memudahkan dalam meningkatkan produktivitas. Apalagi jika bekerja di ruangan lain yang justru membuat tidak fokus, membuat ruang kerja khusus bisa menjadi pilihan. Di ruang kerja pribadi, pekerja bisa menyimpan segala berkas yang berhubungan dengan pekerjaan agar tidak tercampur dengan barang-barang lain di rumah.

Marine menambahkan menurut hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020, kecenderungan memilih hunian dengan infrastruktur dan fasilitas yang memadai ini juga terlihat dari pilihan lokasi hunian dimana hampir 1 dari 3 responden tinggal di Jakarta, khususnya generasi muda terutama mereka yang masih lajang atau mereka yang sudah menikah tapi belum memiliki anak.

Sementara mereka yang tinggal di Jakarta, sebagian besar responden atau sejumlah 78 persen tersebar di wilayah Jakarta Timur, Selatan dan Barat. Terdiri dari 27 persen di Jakarta Timur, 26 persen di Jakarta Selatan, 25 persen di Jakarta Barat. Sedangkan di Jakarta Pusat terdapat 13 persen dan Jakarta Utara 9 persen.

Kebijakan work from home di Indonesia ini meskipun hanya sementara di saat pandemi corona berlangsung, namun tidak dipungkiri akan menjadi tren di masa depan. Dengan kebijakan work from home, pekerja akan bersedia hidup lebih jauh dari pusat kota asalkan mendapat dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Kebijakan untuk bisa bekerja dari rumah (bahkan kadang-kadang saja) pasti akan mempengaruhi tempat orang memutuskan untuk tinggal.

Untuk mengetahui informasi seputar infrastruktur wilayah hunian yang menjadi incaran para pencari properti, Rumah.com juga menyediakan AreaInsider (www.rumah.com/areainsider) yang mengulas perkembangan terkini sebuah wilayah, mulai dari fasilitas umum, infrastruktur, prospek properti, hingga fakta-fakta unik lain yang tidak banyak diketahui masyarakat.

Konsumen juga bisa mengetahui perbandingan harga properti di satu lokasi yang sama, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya melalui ulasan tersebut. Untuk tips dan panduan mencari rumah yang lebih komprehensif, bisa dengan mendapatkan informasinya melalui (www.rumah.com/panduan).

“Di tengah ancaman pandemi corona yang membuat harus diam di rumah dan hunian masing-masing, pekerja akan mempertimbangkan kembali tentang rumah dan kelengkapan fasilitas pendukung nya menjadi teramat penting. Jika industri properti bisa kembali bangkit setelah pandemi ini selesai diharapkan dengan berbagai dukungan stimulus dari pemerintah bisa ikut mendongkrak industri lainnya karena industri properti memiliki dampak turunan terhadap lebih dari 170 industri terkait,” pungkas Marine.

Tinggalkan Balasan